Tuesday, November 6, 2007

OUTBOUND en WORKSHOP CAPOEIRA???

“Outbound !!! workshop !!! Wah asyik tuh!! Dimana? Kapan? Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh temen-temen Capoeira Estar Feliz kepada Bima en da Gank (senior di Estar feliz).

Para senior Capoeira Estar Feliz pengen mengadakan Workshop en Outbound, bukannya buat hev fan ajah ato seneng-seneng aja kok! Yah, emang ada senengnya sih… pasti dunk. Tapi yang penting tuh buat nambah wawasan buat temen-temen Capoeira yang masih baru, bahwa capoeira tuh gak hanya mengenai martial arts (dalam bahasa Sunda) tapi juga mengenai filosofi yang terkandung di dalam Capoeira itu sendiri. Capoeira is about history, music, philosophy, loyalty, friendship,… en maybe relationship.

So kemaren pada hari Sabtu, tanggal 03-11-2007 pukul 01.30 (dini hari pek!!) beberapa temen Estar Feliz selaku panitia Workshop en Outbound berangkat ke Pasir Putih Situbondo buat melakukan survey guna kelancaran acara tersebut.

Seru banget !! Panitia Workshop en Outbound beranjak menuju ke Pasir putih pada pukul 01.30 am,…dengan semangat ’45, panitia menaklukan hawa dingin malam kota Surabaya (emang Surabaya dingin ya..?), menembus kabut malam yang tebal dan ditemani suara binatang malam…… he..he..he.. (yang ini aku lebih2in, biar tambah seru pek).

Panitia tiba di Pasir Putih Situbondo pada pukul 07.45-an lah,trus langsung melakukan survey tempat buat penginapan, buat tempat makan, tempat acaranya berlangsung,… padahal mereka tuh masih kecapean, belum pada mandi, belum pada makan, belum pedicure,manicure,… lho.. lho.. kok ?? Karena kecapean kita memutuskan menyewa satu kamar penginapan berukuran 2,5 x 4 m buat istirahat. Bayangin kamar sekecil itu dihuni oleh 10 cowok yang belum mandi, belum makan, kucel, bau ketek, bau jigong dll… Seru kan???

Panitia meninggalkan Pasir Putih Situbondo pada pukul 17.00,.. sore itu sih hujan gerimis tetapi panitia outbound kekeuh tetep beranjak pulang menuju Surabaya karena udah kuaaaangeeeen banget ama temen-temen Capoeira Estar Feliz..beneran neh, gak sabar buat cerita ke temen tentang kejadian2 seru selama perjalanan survey.

So buat kamu semua, temen-temen capoeira Estar Feliz, kita tunggu kamu semua buat dateng di Workshop en Outbound Capoeira Estar Feliz. Bakalan bermanfaat buat kamu sekalian en it’s will be fun man…. salve!!! (wba)

Monday, May 14, 2007

1st Batizado Capoeira Estar Feliz

Pengukuhan Capoerista di Plaza

SURABAYA - Suasana di Lower Ground Royal Plaza kemarin tampak riuh. Berimbau, panderu, atabak, hingga reku-reku, alat musik dari Brazil, dibunyikan bertalu-talu. Beberapa pengikut capoeira bergantian memeragakan jurus-jurusnya.

Aktivitas itu masih ditambah iringan lirik berbahasa Brazil. Lagu-lagu yang dinyanyikan, antara lain, berjudul Paranaue, Csum Csum Csum, hingga Que Vem Lha.

Ya, di tempat itu memang sedang dilaksanakan 1st Batizado Capoeira Ester Feliz. Acara tersebut merupakan pengukuhan seorang atlet capoeira menjadi capoerista. Memang, seseorang butuh sebuah pengakuan segenap capoerista senior atas kemampuan yang telah dimiliki.

Seorang capoerista tak sekadar dinilai dari lamanya berlatih. Mereka juga dites kemampuan fisik, stamina, teknis, refleks, serta hasil latihan selama enam bulan hingga setahun. "Dua pemain harus menunjukkan kemampuan dan berganti teman permainan sebanyak tiga kali. Para senior yang akan menilai," jelas Pinus Catur, wakil ketua Estar Feliz Capoeira.

Dalam pengukuhan kemarin, 13 anggota diangkat menjadi capoerista. Mereka telah melalui tahap latihan selama enam bulan hingga setahun. Selain itu, beberapa capoerista dites kemampuan untuk naik tingkat. Seperti halnya karate atau silat, capoeira punya tingkat yang disebut cordao.

Capoeira Ester Feliz kini mempunyai 60 anggota. Mereka rutin berlatih di UPN Veteran setiap Senin dan Kamis. "Batizado kami adakan di plaza agar capoeira lebih dikenal," kata Pinus. (ode)

http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=285040

Wednesday, April 25, 2007

Capoeira Roda & Philosophy


The "roda" is the circle of people within which capoeira is played. People who make up the roda's circular shape clap and sing along to the music being played for the two partners engaged in a capoeira match or rather a "game" ("jogo"). In some capoeira schools an individual in the audience can jump in to engage one of the two players and begin another game.

The minimum roda size is usually a circle where the radius is the length of a berimbau, or about 3 metres (10 feet) in diameter. They are often larger, up to 10 metres in diameter (30 feet). The rhythm being played on the berimbau sets the pace of the game being played in the roda. Slow music limits the game to slow yet complex ground moves and handstands.

Hits usually aren't made but feigned or just shown. The players often turn away from each other's hits just to throw their own. Slow games are often seen as finesse games, less impressive for the casual viewer. Faster music allows for more circular momentum which is key to gaining "big air" in the roda.

Capoeiristas can take up a lot of space while playing, so the roda is rarely small, especially if the players are playing quickly. In the fast game, acrobatics and big, circular kicks abound to the delight of onlookers. Sometimes actual hits are registered, but only between higher-level competing capoeiristas.

The roda is a microcosm which reflects the macrocosm of life and the world around us. Most often in the roda, your greatest opponent is yourself. Philosophy plays a large part in capoeira and the best teachers strive to teach Respeito (Respect), Responsabilidade (Responsibility), Segurança (Safety/Security), Malícia (Cleverness/Street-smarts), and Liberdade (Liberty/Freedom).

Modern capoeira is often criticized by more traditional practitioners of capoeira as being in the process of losing its "playfulness" in the sense that many capoeiristas tend to focus more on impressive acrobatics and not so much the playful interaction with the other player in the roda.

INTERVIEW MESTRE PAULINHO

INTERVIEW To MESTRE PAULINHO

"the Capoeira is one ritmica fight, an art with the spirit of a child and the experience of a old." Which elements of the Capoeira have common roots?
The instruments, the song, the traditions., insomma all. How they are influenced mutual?
The berimbau it is the head, inasmuch as the Capoeira is a ritmica fight and must follow its rhythm. The other instruments are its sudditi ones that they support it and they support it harmoniously. The roda they are the arms that are born from the rhythm and it is involved to us in one I embrace to times warm, to times cold. The song that it leave from the solista is the spirit. The answer of the persons who compose the Roda is the vital energy to all that that can happen to the inside of it. The traditions indicate us the road to follow, the way to behave... etc...
Which are the factors of existence of the capoeira?
Social human and Thing distinguishes the Capoeira from a mere exercise? the Capoeira can be used like an exercise, but a mere exercise cannot be used like Capoeira.
It can be spoken about capoeira like art alive, in continuous change?
Sure!! First practicing of Capoeira they had other obbiettivi R-with regard to the use of this art and in order to continue in their obbiettivo they have had to mask it with their dances, then in the years and in the various political periods of our history it has been seen and used of an other way still, assuming the most various formulation it is in the way to make that of I use the necessity second. Trouble to the Capoeira and the Capoeira therefore was not watches this example: Child before creating the Capoeira dictates Regional, was practicing of the Capoeira dictates Angola, percui has been based on that one in order to succeed in to develop other movimentazione, other rhythms in the Capoeira. Today the Capoeira dictates Regional comes called from some of Contemporary Capoeira and has been added tantissimi to blows and movimentazione that Child had not idealizzato. But the Capoeira dictates Angola would not be anch' contemporary it giacchè the man who the practical one is the contemporary man?
N.B: I always say said Angola and I dictate Regional, why second me the Capoeira I have suffered an evolution beginning from Child and for me "Capoeira is Capoeira and enough" the group is a change factor? All the groups, not only those of Capoeira, are a change factor. The groups of friends, the colleagues of job, the society... Enough to put with of the persons who outside exit tantissimi elements that come assimilate from one or more individuals to you arrichendolo, contributing in the formation of its character, in its choice of life, the vizione of if same and of the others... Al.di.là.della rituale action of group can be spoken about capoeira? As my beloved says Mestre friend Tones Vargas "quero Sem berimbau eu nao, sem ritual nao you go to give, olha he loses or Axé camarada..." Which is the just within and limit in which the capoeira can teorizzare without that traformi in useless controversies and vain speeches? The Capoeira teorizza is lived. Which is the definition of Capoeira that you would give? "the Capoeira is one ritmica fight, an art with the spirit of a child and the experience of a old

Permainan Jogo Capoeira

Yang berlatih capoeira menyebutnya
“Permainan Jogo Capoeira”


Tapi ini bukan permainan serupa olahraga,karena tidak ada yang menang atau kalah, tidak ada wasit tidak ada batasan waktu bahkan aturan ketat yang berasal dari ‘tradisi’ memberi kebebasan dalam bergerak dinamis.
Kita dapat mengatakan capoeira sebagai ‘permainan-tarian-pertarungan’ karena permainan ini diiringi oleh alat music,lagu dan tarian yang memutar. Capoeira juga memiliki elemen seni bertarung,beladiri serta teknik-teknik pertarungan, walaupun tujuannya bukan untuk melumpuhkan musuh. Gerakan akrobatik juga merupakan bagian dari “alat komunikasi” dengan menggunakan bahasa tubuh, sebagaimana pendekatan spiritual yang tidak ada hubungannya dengan agama serta konteks mistik yang serius.
Pemain Capoeira membentuk lingkaran yang disebut –The Roda- sebagian kecil bermain alat musik instrumen perkusi,membentuksetengah busur yang menghubungkan awal dan akhir lingkaran. Sedangkan sisanya bernyanyi dan bertepuk tangan. Dua orang melangkah memasuki lingkaran dan.. permainan dimulai.

Kita telah membicaakan ritual, musik, kehidupan para mestre terkenal di masa lalu, pengajaran dan pembelajaran capoeira dalam nestor Capoeira Trilogy :

• Little Capoeira Book. Berkeley: North atlantic Books,1995.(buku 1)
• Capoeira,roots of the dance-fight-games.Berkeley: NAB , 2001.(buku 2)
• A streetsmart song, capoeira philosophy and inner life. Berkeley: Blue Snake (NAB)(buku 3)

Buku-buku itu diterbitkan di Brazil kemudian diterjemahkan dan diterbitkan di US dalam bahasa Perancis, jerman, Belanda,Denmark, Finlandia dan Polandia.
Di bawah ini kita mengutip beberapa bagian dari buku ini untuk memberi ringkasan, secara sederhana dan stereotype (mengingat terbatasnya tempat) dari sejarah dan filosofi

capoeira…
Menari di kegelapan malam,
Bermain permainan saat bulan bersinar di bawah cahaya bintang yang terang benderang.
Cerita yang diriwayatkan oleh orang bodoh.
Perangkat, bangku tak bersandaran di sekolah
Yang membedakan antara yang benar dan yang salah.
Lagu jalanan yang cerdas ketika fajar menyingsing.

Malicia,yang dinilai sebagai inti dari permainan dan dasar capoeira, diartikan sebagai cara spesifik seorang pemain berpengalaman ‘melihat’ dan berinteraksi dengan hidup, dunia khususnya dengan sesama manusia.
Dalam ‘The Little capoeira Book’ saya menjelasakan bahwa dalam arti yang lebih sempit, malicia adalah sesuatu yang dapat membuat seorang pemain memperkirakan apa yang akan dilakukan pemain lain dan pada saat bersamaan menipu partnernya dengan gerakan tipuan ketika memikirkan gerakan atau sesuatu yang lain.
Dalam ‘streetsmart song, capoeira philosophy and inner life’ kita mengatakan bahwa manusia itu ‘sedang-sedang’ saja, yang berarti..terbatas, palsu, penuh dengan prasangka serta pikiran buruk, dalam sudut pandang capoeira.
Masyarakat tempat kita hidup tidaklah lebih baik lagi : sumber daya yang tidak terbagi dan terpakai dengan baik, ketidak adilan sosial, penderitaan, perang, kekerasan, perdagangan massal serta konsumerisme, nilai-nilai yang palsu dan stereotype…
Malicia Capoeira, adalah pengetahuan mengenai hal-hal di atas- “pengetahuan mengenai hakikat manusia”- pengetahuan dari pemandangan serta gambaran global yang dibumbui pengarunh kuat “good humor” dan dikemas dengan warna budaya Afro-brazilia.
Malicia, mengijinkan pemain untuk ‘melihat’ dan melindungi dirinya dari gambaran mentah kehidupan itu tanpa menjadi depresi, sakit, agresif, kering atau terlalu khawatir dan serius.
Pengetahuan mengenai ‘hakikat manusia’ ini , termasuk diri sendiri, mencakup semua tingkatan pemain, tanpa terkecuali sebagai konsekuensi memainkan permainan ini dengan orang dan tempat yang berbeda. Ini bukanlah pengetahuan yang rasional , dan membaca atau membicarakan tentang malicia tidak akan dapat membuatnya menjadi bagian dari dirimu. Malicia sejenis “pengetahuan tubuh” yang kamu dapatkan dari memainkan permainan ini.
Dalah hal ini, ‘good humor” yang dimaksud bukan seperti lelucon yang ada di TV, bukan seperti humor “don’t worry be happy” . tetapi lebih menjurus pada kesenangan dan gairah menjalankan hidup yang dapat kita lihat pada..contohnya : waktu kita melihat anak-anak kecil yang bermain di tepi laut, mereka meloncat,berteriak, berlarian bermain ombak…mereka sangat menikmatinya,menganggap itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan sangat terbawa ‘masuk dan terhanyut’ dalam permainan mereka.
Pengetahuan ini tanpa “good humor” dapat menjadi sangat berat. Dan kemungkinan dapat mengubah pemain menjadi tidak dapat bersenang-senag dan hanya dikesankan oleh kekuatan dan teknik-tekniknya. Ini membuatnya menjauh dari esensi permainan ini serta mencegahnya menjadi seseorang yang dinamis dalam hidup,bahagia dan menikmati hidup.
Sekarang mungkin kamu akan lebih mengerti bagian prakata “a streetsmat song…” buku ketiga dan terakhir dari buku-buku Nestor capoeira trilogy:

Kawan-kawan
Pemain Capoeira lebih dari sekedar
Petarung yang menghantarkan tendangan-tendangan
Dia adalah seniman
Kekuatannya adalah kesenangan dalam menjalani hidup
Dia mengetahui keta kunci ‘cinta’
Walapun demikian, para pemain mengetahui
Bahwa setan/kejahatan itu ada
Tidak mungkin jika kamu belum mendengar
Apa yang denyanyikan dalam lingkaran di sana sini
Ayam jantan telah berkokok
Dan fajar telah menyingsing.

Dalam ‘Capoeira,Roots of the Dance fight game’ kami menjelaskan bahwa ada banyak teori mengenai asal usul capoeira tapi semuanya menyetujui bahwa capoeira adalah buah karya orang afrika:

• capoeira diciptakan di Afrika dan dibawa ke Brazil oleh budak-budak afrika…diciptakan di brazil oleh budak-budak afrika.
• Dirintis di lading-ladang besar oleh quilimbos (komunitas budak yang melarikan diri ke tengah hutan)…oleh budak-budak –saat itu- di 3 kota di brazil yaitu, Rio,Recife dan Salvador.
• Pastinya datang muncul setelah tahun 1800an…

Pada tahun 1806, don João, raja ke-6 Portugal beserta seluruh tawanan dari napoleon Bonaparte yang telah menjajah negerinya datang ke Brazil, koloni terbesar Portugal saat itu.
Tingkat pengamanan dan ketatnya hukum yang diberlakukan Don João menuai tanggapan dari komunitas budak hitam, lebih spesifiknya grup capoeira budak hitam di Rio de jeneiro (ibukota Brazil saat itu)> Sedikit-demi sedikit capoeirista mulai mengorganisir dirinya dalam maltas(grup, gank). Mulanya, grup-grup ini hanya terdiri dari orang-orang ‘hitam’ tapi lebih lanjut, circa 1850, menjadi bebas..hitam dan putih ikut bergabung. Dan dalam waktu yang sangat singkat malta-malta ini menyerap tidak hanya orang kulit putih miskin dan ‘sampah masyarakat’, tapi juga tentara dan seluruh tingkatan militer, petugas kepolisian, politikus, bahkan beberapa ‘playboy’ terkaya dan terganas tahun 1870an.
Malta-malta itu meneror kota, mengkonfrontasi polisi dan penduduk yang ‘jujur’. Tiap malta mengontrol wilayah tertentu dan disponsori oleh bisnisman atau politikus berpengaruh yang menjadikan mereka tentara jalanan pribadi.
Ketika republik Brazil diproklamasikan pada 1890 dan capoeira secara resmi dianggap melanggar hukum, suatu tindakan yang keras dan mematikan dimulai..yaitu menghancurkan capoeira di Rio…. Tapi tidak di Salvador.
Beberapa tahun kemudian di awal 1900an di kota Salvador , capoeira telah menyerap elemen-elemen tarian,ritual,agama,filosofi,unsur permainan dan musik (termasuk berimbau) dari budaya Afrika yang berbeda di daerah Bahia. Dengan dimensi yang lebih luas dan dalam ini, capoeira menjadi semacam ‘senjata budaya’ yang digunakan oleh budak-budak afrika beserta keturunannya untuk memperjuangkan kebali identitas mereka dari dominasi kulit putih.
Capoeira di Salvador menggunakan strtegi alternatif, bertahan dari perlakuan keras plisi dn terus berkembang secara sembunyi-sembunyi dan menjadi lebih kuat (tidak seperti capoeira di Rio) hingga tahun 1930an, ketika akhirnya latihan capoeira sekali lagi diijinkan oleh negara.
Pada tahun 1930an, Getulio Vargas mengambil alih kekuasaan dan menjadi dictator di Brazil dan terus berkuasa hingga 2 dekade berikutnya. Dia ingin membangun “identitas baru Brazil” berbasis “kerja keras” ,teknologi modern (saat itu) dan industri. (Brazil masih merupakan negara yang bergantung pd pertanian dan peternakan dan sebagian besar hasilnya telah diimpor ke luar negeri dengan harga yg sangat tinggi)
Vargas mengerti bahwa capoeira dapat menjadi bagian dari wajah dan identitas baru Brazil. Tapi bukanlah malta capoeira dari Rio (yang telah dihancurkan oleh polisi karena dianggap melanggar hukum). Bukan pula Capoeira Bahia dari tahun 1920-1930an yang dilatih oleh valentão (orang-orang kuat0 yang selalu dipadu dengan pertarungan jalanan, pelacuran judi serta mabuk-mabukan. Vargas hanya mengijinkan capoeira yang ‘baru’ (dan terkontrol) yang dimainkan secar eksklusif di ‘ruang tertutup’(tidak di jalan,pasar atau lapangan) dengan aturan-aturan dan ijin tertulis yang jelas.
Mestre Bimba pada tahun 1930an dengan “centro de Cultura Fisica Regional” (semacam pusat latihan fisik regional) nya dan mestre Pastinha, pada tahun 1940an dengan Centro Esportivo de Capoeira Angola (pusat capoeira Angola dan olahraga), mengambil keuntungan dari aturan baru ini dan menawarkan “capoeira baru”.
Walaupun ide serta nilai-nilai yang Bimba dan pastinha anut berbeda, keduanya menggunakan ‘strategi yang menggoda’ pada masyarakat untuk menghimpun ‘tempat’ bagi capoeira dan orang hitam. Ini menunjukkann bahwa meskipun Capoira regional Bimba yang memiliki segi olahraga dan kekerasan lebih kuat tidak terlalu kontras dengan capoeira Angola Pastinha.
Capoeira Salvador ini terus berkembang pada tahun 1950an dan telah dibagi menjadi 2 arus utama, yaitu Angola dan Regional, meluas keluar Brazil, dan pada 1970an atas kerja keras dari mestre-mestre muda di Sao Paulo dan Rio (2 kota terbesar di Brazil), hingga ke Amerika dan Eropa.
Selama 1970an perkembangan capoeira (termasuk guru-guru dari eropa dan amerika) serupa dengan bola salju raksasa yang dimulai dengan sepasang batu kecil yang menggelinding kemudian membawa serta apa saja yang dilaluinya. Hanya sebagai masukan : ketika aku memulai Capoeira pada tahun 1960an, di Rio dan sao Paulo terdapat tidak lebih dari setngah lusin akademi, saat ini (2006) terdapat antara 2-5 ribu akademi yang disebut ‘the big sao paulo’ dan antara 1-5 ribu akademi capoeira di Rio.
Saat ini, ada sekitar 25000 guru capoeira di Brazil (dan sekitar 500.000 pemain); 500 di Amerika utara;500 di eropa (dengan masing-masing sekitar 1500 pemain). Beberapa menyatakan kita dapat melipatgandakan angka-angka tersebut.

Metodologi Mengajar Nestor telah dideskripsikan dengan hati-hait dalam “The Nestor Capoeira Trylogy “ yang dapat kita beli di took buku atau dipesan melalui email di
www.northatlanticsbooks.com atau www.amazon.com (3 judul buku yang tadi..)

Di bawah ini ada sekilas mengenai metode mengajar Nestor….
Semua murid bergabung dalam roda di ‘Escola nestor Capoeira’ di Rio. Tapi murid murid yang ‘medium’ dan ‘advance’ tidak mengeluarkan tendangan atau sapuan (mereka hanya bergerak,Melakukan ‘floreios’ dan ‘esquivas’, mereka tidak menyerang) jika berhadapan dengan murid yang ‘beginner ‘ atau ‘absolute beginner’.
Dengan strategi ini, ‘beginner’ dan ‘absolute beginner’ dapat membangun gerakan menyerang yang mereka pelajari karena ketika bermain tidak perlu khawatir untuk terluka. Selanjutnya mereka diperkenalkan pada cara-cara bertahan (esquiva dll) dengan latihan yang spesific dan contoh-contoh, selanjutnya ‘beginner’ dapat mulai berinteraksi denag murid senior atau pelatihnya secara normal dalam roda, dengan catatan para senior berhati-hati memberi ruang gerak dan bermain sejauh tidak menyakiti para pemula.
Di sisi lain, murid ‘medium’ dan ‘advance’ berlatih keras cara-cara bertahan ketika bermain dengan ‘beginners’ dan ‘absolute beginners’.
Selama Roda, ‘absolute beginners’ dan ‘beginers’ memiliki waktu dan kesempatan yang sama dengan ‘medium’ dan ‘advance’ bahkan gurunya.

Interaksi antara pemula dan pemain berpengalaman

Ini adalah bagian dari metode pengajaran yang digunakan di “escola Nestor Capoeira”. Bagaimanapun juga ini bukan penemuan dari Mestre Nestor. Merupakan bagian dari pendekatata filosofis yang diwarisi dari mestrenya, mestre Leopoldina dan Leopoldina mendapatkannya dari mestrenya Quinzinho yang muda dan mematikan.
Nestor menjelaskan :

“Quinzinho, seorang pelanggar hukum yang berbahaya yang telah membunuh dan menghabiskan waktu di penjara sebelum dia berusia 20 adalah ‘mestre’ Leopoldina di Rio,sekitar tahun 1950.” (Leopoldina mulai menjadi ‘mestre’ Nestor sejak 1965).Quinzinho dikenal sebagai ketua geng yang terkenal karena kejahatannya, seorang anak muda yang suka kekerasan, selalu bersenjata ,suka melawan polisi serta melanggar hukum. Dia pernah menyarangkan pistol parabelum 9mm ke mulut seorang capoeirista berpengalaman yang menendang pelan kepala Leopoldina ketika leopoldina masih pemula. Quinzinho berteriak :” Aku pernah mengatakan padamu sebelumnya, jangan pernah menendang(mengenai) seorang pemula, atau dia akan menjadi seorang pengecut. Leopoldina tidak akan menjadi pemain berpengalaman, seandainya dia tidak menghargai pertolongan Quinzinho.
Bagian dasar lain dari metode pengajaran Escola Nestor Capoeira adalah “latihan improvisasi” yang diciptakan Nestor pada tahun 1990 :
“Dalam 2 buku pertama dari buku “nestor Capoeira trilogy’ saya. Saya menitikberatkan contoh-contoh latihan pada bab yang berjudul “Learning capoeira”. Contoh-contoh yang dijelaskan dalam buku saling melengkapi, dimulai dari level pemula dan meningkat pada level pemain yang lebih berpengalaman.
Dalam buku I…. Saya memberi gambaran jelas mengenai bagaimana capoeira modern diajarkan dalam gaya dan cara yang bervariasi. Saya menunjukkan perbedaan antara cara mengajar di sekolah yang dipengaruhi capoeira Angola dengan sekolah yang dipengaruhi capoeira regional. Pendekatan mental (tingkah laku) dan tips lain yang ditawarkan dapat membantu pemula dalam 2-3 tahun pertamanya.
Saya juga menyampaikan metode mengajar saya sendiri, yang dibedakan tidak hanya dengan metode pengajaran saya versi kontemporer, tetapi juga pengembangan serta pengenalan pada apa yang saya sebut ‘latihan improvisasi gerakan’ ,’standing up’ dan ‘on the ground’. Saya piker, metode pengajaran kontemporer terlalu ketat yang terlalu menekankan pada pentingnya melakukan gerakan-gerakan dengan caara dan teknik yang benar yang dilakukan dengan latihan style yang spesific di sekolah tsb. Tapi ini bukan berarti metode pengajaran kontemporer tidak bagus dan efektif. Latihan-latihan mekanik dan repetitive yang dilakukan secara berpasangan, seperti bagian bagian dari gerakan-gerakan dasar (attack,defense, bantingan,sapuan dan gerakan-gerakan akrobatik) the blow dan esquiva (gerakan menghindar) atau quedas (menyapu) dlll sederhana tetapi merupakan alat yang efektif sebagai perkenalan pada ‘dialog tubuh bebas’ dalam jogo. Latihan semacam itu dapat dilakukan oleh perorangan atau dengan mengikuri gerakan pelatih beserta irama dan sinkronisasinya. Latihan ini difokuskan pada penyempurnaan tiap-tiap gerakan dasar. Cara ini digunakan oleh semua pelatih dari semua gaya dengan menambahkan sentuhan sendiri serta mengadaptasi gerakan yang digunakannya (regional, Angola) pada infrastruktur metodenya.
Pendekatan untuk mengajar dan belajar capoeira ini yang saya sebut ‘metode belajar kontemporer’ dimulai di Salvador, di negara bagian Bahia dengan mestre Bimba(1900-1974) sebagai pencipta capoeira regional sekitar 1930an. Lebih lanjut pada 1960an merupakan perkembangan pesat dari grup Senzala di Rio, yg dipimpin oleh mestre2 muda dan dipengaruhi capoeira regional di sao Paulo dan Salvador.
Pada 1970, beberapa mestre muda (dan tua) menggunakan struktur yang sama ,tetapi mengadaptasinya ke dalam gerakan capoeira Angola. Sebaguian kecil mestre dan guru Angola ,yang terinspirasi oleh Bimba pad 1930an, capoeira Angola terangkat bersamaan dengan capoeira regional, dan dengan alasan itu,capoeira Angola tidak memiliki kehadiran yang besar dalam beberapa decade.Tapi ketika capoeira Angola kembali munculsekitar tahun 1985, semua mestre Angola menggunakan struktur ini.
Metodenya bagus,dan efektif, dalam 2 tahun, pemula sudah siap bermain capoeira. Dalam 5 atau 7 tahun jika ia benar-benar mendedikasikan dirinya untuk berlatih beberapa jam tiap hari, sereti beberapa pemain di Brazil, para pemain akan mencapai level yang competent, walaupun ia tidak memiliki waktu untuk mematangkan dan menanampak filosofinya..malicia. ada gap antara pengetahuan dengan gerakannya (dan bagaimana memainkan permainan ini), yang telah berada di level permainan tinggi, (tubuh) pengetahuan yang menjangkau pikiran dan jiwa menyadari apa esensi dan arti permainan ini yang sebenarnya. Ilmu jenis itu masih berada pada level rendah. Itu bukan masalah, karena memang tidak ada solusi untuk menyatukan gap ini. Hanya waktu, 20 tahun atau lebih, akan mendidik murid yang berdedikasi hingga ia memahami capoeira pada level yang setara dia memainkannya
Masalah nya adalah cara mengajar kontemporer dan metode latihan tidak memberi ruang untuk kreativitas dan improvisasi. Fakta ini biasanya tidak disadari dalam 10-15 th pertama pemain masih belum menyadari dan mengalaminya. Hanya setelah dia menguasai level keterampilan yang cukup sebagai pemain,barulah dapat merasakan masalah terjebak di antara metode pegajaran yang membuatnya berkembang. Beberapa tidak peduli karena karena mereka merasakan ‘kesuksesan’ dan kesempatan bahwa capoeira di diberikan kepada pemainnya. Tetapi sebagian lagi merasa seperti mereka telah membeli sepasang sepatu yang ukurannya sedikit kekecilan, dan mereka akan bekerja keras sendiri untuk membuatnya muat dipakai.
Gambaran umum ini, pada beberapa perguruan dapat kita lihat bahwa para siswanya bermain dengan kreatifitas dan improvisasi . Tapi ini tergantung pada pengaruh mestre yang bermain dalam roda dengan mereka. Atau karena siswa yang ‘berpetualang’ mengunjungi dan bermain di sekolah-sekolah dengan gaya yang berbeda-beda sejak awal dia belajar capoeira, dan permainan dengan gaya berbeda-beda itu sendirilah yang mengajarinya. Yang saya maksud: ketika kita menemukan siswa yang kreatif, dapat dilihat dari permainan nya, kontak denga beberapa pemain yang lebih berpengalaman yang kreatif dan suka berimprovisasi, serta kreatifitasnya sendiri yang muncul di samping ketatnya metode pengajaran yang rutin yang telah dia alami.
Itu sebabnya , mengapa pada sekitar tahun 1990 ketika saya berusia 45th dan telah bermain sekitar 25th, saya mulai mencoba untuk menciptakan ‘latihan improvisasi gerak’ untuk digunakan secara parallel dan kadang-kadang bersamaan dengan latihan-latihan yang terbaik berikutnya, dan digunakan pula saat ini (2006) dalam ‘metode belajar kontemporer’ kita.
‘The Little Capoeira Book’ berisi latihan-latihan dasar untuk pukulan dan bantingan (elemen yang lebih rumit); urutan2 Bimba;’standing up’ and ‘on the ground’, yang telah saya ciptakan dan uji selama lebih dari 15 tahun. Sajian ini mencakup pendidikan selama 2-5 tahun pertama bagi pemula.
Di buku ke-2 “Caapoeira:Roots….” Saya mulai mengusulkan latihan “movement on the ground for one player’(gerakan di tanah untuk 1 pemain). Yang dapat dilakukan oelh pemula, karena tidak sulit. Bagaimanapun juga di sekolah saya, saya hanya mengajarkannya pada murid yang sudah berpengalaman antara 3-4 tahun, untuk menghindari terciptanya pemain yang seperti ‘robot’ yang dapat bergerak sangat bagus di tanah (dalam latihan mekanik yang terorganisasi) tetapi tidak mampu berimprovisasi dan kreatif ketika bergerak. Mereka terpaku pada beberapa urut-urutan yang mereka pelajari dan kombinasi-kombinasi yang dapat dilakukan dengan menukar-nukar elemen-elemen gerakan.
Menurut saya lebih baik memberikan latihan “movement improvisation on the ground” (gimprovisasi gerakan…dicari yg paling pas bt dirinya sendiri) pada tahun pertama dan setelah para siswa dapat bergerak dengan bebas baru diajarkan latihan “movement on the ground for one player”. Di buku ke-2 saya juga mendeskripsikan “lemparan-lemparan ketika diserang di atas tanah”(cara ngelempar waktu kita ada di’bawah’). Ini dapat dilakukan oleh siswa dengan jam terbang latihan lebih sedikit walaupun saya menyarankan agar gerakan itu diajarkan ketika mereka sudah mempelajari ‘basic’ selama 4-5 tahun.
Teknik latihan ini bekerja dengan baik , dan pemain ‘on the ground’ memiliki beberapa kesempatan untuk membanting/ melempar pemain yang menyerang mereka ketika mereka berada pd posisi di bawah. Walaupun bantingan ini semudah(sesulit) dilakukan dalam permainan yang sebenarnya (contoh) memberei ‘cruz’ pada ‘bencao’, ‘banda’ pada ‘martelo’ bahkan ‘rasteira pada armada’ , latihan yang lebih rumit pada buku pertama, jarang kita lihat diaplikasikan dalam permainan walaupun ada kesempatan Pelatih pada umumnya tidak menunjukkan metode latihan ini, dan pemain juga tidak mendedikasikan dirinya untuk melatih itu..
Akhirnya saya memunculkan latuhan ‘upside down’, seri gerakan akrobatok yang disisipkan pada saat yang tepat dan nyaman dalam permainan, yang kita sebut “floreio” (tempat bunga/vas bunga). Beberapa gerakan ini bahkan terlalu sulit ntuk ahli.
Seperti pada buku pertama, saya juga memberi beberapa tips dan strategi serta “mental attitudes” (sikap mental) dalam buku 2, yang semoga dapat membantu siswa yang telah memiliki pengalaman dalam capoeira.
Dalam buku terakhir, “a streetsmart song” saya memunculkan latihan-latihan yang mengimbangi latihan “movement improvisation standing up”, dengan cara yang sama dengan yang saya tunjukkan di buku ke-2 : latihan untuk mengimbangi “movement improvisation on the ground” . Beberapa dari gerakan ini digunakan oleh pemain2 level tinggi, sisanya digunakan oleh sebagian kecil. Tapi, sejauh yang saya tahu, melatih gerakan ini secara spesifik tidaklah umum dilakukan..
Ketika kita bermain dan permainannya mengalir tanpa cela, tanpa kekasaran primitif yang ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dai yang lain, tanpa keadaan tidak sadar yang mengumbar ego dan berakar pada ketidak PD an, kemudian kita memahami apa yang dimaksud Mestre Pastinha dalam manuscripnya…..”Sebagian memuja bentuk pertarungan paling indah ini ketika 2 orang sahabat bermain tanpa keegoisan,tanpa kesombongan; hal itu sangatlah bagus sekali dan berpendidikan.”
Gaya menulis Pastinha selalu puitis yang ‘penuh ornamen’ dan metaforis. Dia menciptakan kata-kata yang pada kenyataannya tidak ada seperti maravilhosima. Maravilhosa berarti ‘merveolous’(bagus sekali), dan suffix –ima dimaksudkan untuk membuat nilai superlativ pada subjeknya, padahal maravilhosa artinya sudah superlativ.. Teatapi, Pastinha, dalam tulisannya lebih memperhatikan nilai puitis daripada grammar. Dan jika kamu bermain dengan seseorang tanpa ‘keegaisan dan kesombongan’ (jarang terjadi), atau ketika kamu melohat kawanmu bermain seperti itu…capoeira tentunya sangan maravilhosima…;) Di sisi lain yang berlawanan ketika permainan ini terjadi kamu juga akan memahai maksud Mestre Bimba berkata dengan senyum aneh dan kilatan gelap di matanya (halahh..T_T) : “capoeira adalah kejahatan” (“Capoeira e Mardade”)
Padahal kata ‘mardade itu tidak ada, yang ada ‘maldade’ yang artinya setan, kejahatan, sesuatu yang dapat menyakiti orang”. Ini bukannya Bimba gak bias bahasa portugis yang bener.. tapi karena dia pengen mengungkapkan ‘mardade’ yang sedikit berbeda. Dan sedikit perbedaan itu hanya dipahami oleh pemain yang sudah berpengalaman; walaupun beberapa pemula yang baru beberapa bulan latihan, jika dia menyadari dan tidak berusaha terlalu keras untuk memahaminya mungkin saja dapat mengerti maksud Bimba tsb. Bimba mengatakan bahwa permainan yang baik harus dapat mewujudkan aspek energi gelap dan terang, sisi positif dan negatif manusia, bahkan ketika permainan ini dimainkan tanpa kekerasan, tanpa keegoisan dan kesombongan (dan dengan banyak kreatifitas,kesenangan dan keindaha estetika).
Semuanya, gelap dan terang, positif dan negatif, harus ada, walaupun itu sifatnya ritual, teatrikal, membuat kepercayaan tapi tidak akan menjadi kenyataan sampai kapanpun. Karena capoeira adalah tentang semua itu. Itulah yang membuat capoeira unik, dan itulah yang membedakan capoeira dengan tari, beladiri, olahraga lain dlll……


T_T… FiuuuHHHhhhhhhh……..rrRrrrrRrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr


Dari artikelnya bang Aul
Translated by: KeyBoNcS…